03 September 2012

Kecerian Dik Adhan

Hari ini, tepat usia 3 tahun dik Adhan. Usia dari bayi yang akan memasuki usia transisi anak-anak. Banyak sudah cerita dan perkembangan dirimu yang menjadi memori kami semua baik papa, mama, mas maupun mbak. Kami berbahagia dan kehadiranmu sungguh semakin memperkuat kebahagiaan kami.

Tumbuh sebagai pribadi menyenangkan, mudah menangkap pesan, mudah bergaul meski harus berjuang untuk belajar berjalan. Meski baru usia 3 tahun, banyak sudah dirimu memberi sinar terang hari-hari kami. Entah celotehan, tingkah laku ataupun ekspresi wajah.

Berhitung sudah bisa 1 sampai 10 meski dengan kalimat yang membuat papa tersenyum. Entah berapa buah lagu anak yang sudah kau dalami dan nyanyikan. Lagu terbaru milik Wali yang Tobat Maksiat kau nyanyikan juga dengan suara khas dirimu.

Yang jelas dik Adhan pembelajar yang baik maka kami semua harus hati-hati berbicara. Lha papa yang teriak-teriak lihat bola aja ditiruin. Mungkin tidak banyak kado yang adik terima hari ini tetapi sungguh banyak cinta dari kami tercurah penuh padamu. Hemmhhhh.... sehari saja tidak ketemu akan membuat kami bersedih.

Misalnya papa atau mama keluar kota, mas atau mbak ke tempat mbah pasti yang ditanyain dik Adhan. Mudah bergaul meski dengan orang yang baru ditemui. Tidak merasa takut tapi juga tidak semaunya sendiri. Ah benar-benar menyenangkan dirimu hadir.

Terima kasih ya Allah engkau anugrahkan anak, adik yang begitu luar biasa. Kesehatannya juga cukup stabil meski beberapa kali periksa namun tidak sampai jatuh sakit parah. Lekaslah tumbuh besar dan menjadi pribadi yang menyenangkan bagi siapapun sayang.

Belajar Tanggung Jawab Pada Sekeliling

Dik Adhan membantu Mas
Begitu tahun ajaran baru Tahun 2012 mulai, mas Afin dan mbak Alma kembali melakukan rutinitas dan kewajibannya masing-masing. Bertambahnya tahun maka bertambah pula kewajibannya, bertambah tugasnya yang dimaksudkan oleh papa mama supaya mas dan mbak makin faham tanggungjawab.

Melatih tanggungjawab itu tidak semudah membalik telapak tangan. Dulu saat papa mama kecil, bila disuruh tak akan membantah dan langsung dilaksanakan. Termasuk tanggungjawab sehari-hari seperti menyapu, beli sarapan atau menyiapkan lampu thintir sebagai penerangan malam. Maklum tahun 1982an saat mama kelas 3 listrik belum masuk ke sana.

Kini setelah jaman berubah, mama dan papa berharap tetap ada pembelajaran saat mas dan mbak masih kecil agar faham, bisa mengerjakan tugas rumah tangga dan menghargai orang yang mengerjakan tugas itu. Tugas yang diemban dipilah menjadi 2 yakni yang berkaitan dengan diri sendiri maupun tugas yang bersifat publik.

Dik Adhan membantu mbak
Tugas untuk diri sendiri misalnya nyiapin baju sendiri, meletakkan sepatu dan baju kotor pada tempatnya, sholat, mengaji setelah maghrib, belajar, mencuci sepatu serta beberapa tugas lain. Sedang tugas bersifat publik yakni mencuci piring untuk mbak Alma setelah makan malam dan menyapu dipagi hari baik mbak atau mas Afin.

Tugas mencuci daleman bila mbak Alma hanya dilakukan seminggu sekali namun bagi mas Afin sudah tiap sore harus mencuci. Demikian pula untuk tidur malam, untuk mbak Alma dan mas Afin sudah mulai tidur di kamarnya sendiri-sendiri. Meski awalnya minta ditemani, sekarang sudah mulai terbiasa. Setidaknya tugas diberikan supaya anak-anak mama papa tahu tanggungjawab.

Semoga ketika sudah besar nanti kalian faham tugas dan tanggungjawab baik untuk individu, keluarga maupun lingkungan. Peduli pada lingkungan terus diajarkan salah satunya membuang sampah pada tempatnya. Alhamdulillah mereka segan bila membuang sampah bukan ditempat sampah.

Tampilan Baru Gubuk Cinta

Akhirnya semua tuntas membenahi bagian depan tempat tinggal kami. Lebih dari sebulan atau 40 hari tepatnya kami harus bertoleransi dengan debu, suara dan barang teronggok disana sini. Cukup merepotkan dan melelahkan bagi kami semua. Banyak penyesuaian disana sini dan serba tak nyaman. Termasuk saat kusen jendela depan diganti.

Jelang malam papa harus merangkai kabel untuk lampu dan memasang backdrop guna menutupi jendela yang kosong melompong. Namanya juga rumah kecil jadi tiap petang setelah pak tukang selesai bekerja, kami berbagi tugas membenahi beberapa barang yang tersebar. Ada yang nyapu depan, dalam rumah, mengepel, menata barang bahkan menjaga adik.

Tempat Kami Istirahat
Bila pagi tiba, barang-barang pak tukang kami siapkan agar waktu kerjanya efektif, tidak habis mencari barang-barangnya. Beberapa tempat didesign ulang untuk meluaskan ruang tengah sebagai tempat berkumpul. Tempat penyimpanan barang ada yang diganti dan dibawa ke tempat simbah klaten. Ada juga yang kami pesankan barang baru yang tak memakan tempat.

Misalnya lemari buku bacaan diganti dengan lemari kaca yang masuk kedinding menggantikan jendela. Alhamdulillah fungsi pencahayaannya tetap dan berguna menyimpan ratusan buku milik mama, mas Afin ataupun mbak Alma. Rak sepatu juga dibuat menjulang tinggi dengan hanya 2 tempat tiap shaffnya. Meski letaknya masih ditempat semua namun penataan ini mampu membuat kesan ruangan jadi lebih lebar dan lega.

Ruang tamu yang awalnya tak ada meja kursi, didesign mama untuk ditempatkan kursi namun menyesuaikan ruangan yang sempit. Misalnya bawah meja tamu bisa untuk menyimpan 2 kursi tamu sehingga tidak memakan tempat. Di bawah kursi juga dibuat tempat longgar agar dapat dijadikan tempat menyimpan barang.

Meski kusen belum diplitur sebab papa mama lagi cupet duit, Alhamdulillah sudah cukup banyak berubah dan terkesan lebih luas. Fungsi pergantian udara juga tidak terganggu alias masih silir. Tampak depan bagi beberapa orang juga benar-benar beda. Pekerja asuransi, bulek dan simbah, teman papa sampai tidak menyangka itu rumah kami.

Sebenarnya bukan soal tampilan yang kami inginkan tetapi hati dan jiwa kami merasa betah disana. Kenyamanan dan kerukunan didalam rumah adalah faktor terpenting kami betah mendiami. Kondisi fisik rumah meski kecil tetap berpengaruh bagi kami yang mendiami.

Template by:

Free Blog Templates