09 Februari 2015

Tiga Teman Mbak Alma Berkunjung

Mbak Alma cukup lekat bersama teman-temannya, sama seperti kakaknya. Entah sudah berapa kali dia berkunjung ke rumah temannya yang ada di Boyolali dengan bersepeda. Untuk meringkas jalan, biasanya minta ditunjukin arah sama papa. Dulu ketika awal janjian, mereka ketemu di sekolah. Muternya jauh banget bisa 12 km selisihnya.

Kemarin mereka janjian di dekat kantor media lokal. Lantas berbarengan menuju ke rumah mbak. Papa tetap nunjukin jalan karena takut nyasar dan mbak sendiri tidak tahu meski dulu sering diajak ketempat mbah Nunung melewati jalan itu. Mereka teman sekelas dan main ke rumah untuk mengerjakan PR bersama. Paginya mbak menyiapkan hidangan dan minuman.

Masakan Jepang Itu

Kali ini kebetulan pas mama tidak dirumah jadi semua dilakukannya sendiri. Sampai rumah mereka langsung mengerjakan tugas. Seperti biasa, dik adhan bolak balik menyapa teman mbak. Kadang bahkan ganggu sehingga teriakan-teriakan mbak Alma sesekali terdengar. Beranjak lewat pukul 13.00 mereka pulang tetapi sebelumnya makan bersama.

Rupanya makan di rumah makan Jepang dengan menu yang gagal papa hapal (makanya ga ketulis disini kecuali Ramen, Mie untuk oleh-oleh mas Afin). Sempat salah jalan karena mereka keluar underpass ke arah barat hingga pabrik Tyfountex. Karena kebingungan, mereka pun berputar ketimur. Salah satu temannya yang sudah 2 kali kesana lupa jalan.

Akhirnya ketemu ditimur tugu lilin Pajang dan makan bersamalah mereka. Perginya jadi lama sebab nyasar dulu. Dan sampe rumah menjelang hujan deras turun.

07 Februari 2015

Kami Bakal Berat Tetapi Kami Tetap Berusaha Mama

Mama mendapat kontrak kerja jauh lumayan lama, 7 hari. Sepertinya ini pertama kali mama kerja jauh dan lama. Saat mendapat kabar itu kami kelimpungan sebab mama segalanya bagi kami semua. Kami menyandarkan banyak hal pada dia. Makanya kita semua kemudian berembug apa-apa saja yang harus dilakukan ketika mama kerja.

Yang utama bagi papa bukan soal tetek bengek nyiapin ini itu, bersihin anu kui, anter sana jemput sini atau hal lain. Melainkan kebutuhan jiwa mereka sebab jika merasa berbeda efeknya akan berat. Yang bisa dilihat ya marah, bertengkar, ngambek siapapun itu. Tidak hanya papa namun mas, mbak atau adik. Efek lain sakit walau semua sudah dijaga.


Namanya psikomatis yaitu sakit dikarenakan kondisi psikologis. Tidak mudah menutupi lobang yang selama ini diisi mama. Pasti tidak bisa dan cuma diusahakan oleh papa setengahnya terisi. Itu lumayan lah. Reaksinya bisa didapatkan dari rasa tanggung jawab pada tugas masing-masing, melakukannya dengan sadar, tidak banyak protes atau nuntut.

Apalagi dik Adhan yang masih imut, lucu dan menggemaskan. Sebelum berangkat dia sudah terlihat sedih. Jum;at akhirnya mama berangkat. Kebetulan nyegat bus ke Jogja jam 03.30 tidak ada yang mau brenti. Papa kemudian mengantarkan mama ke Jogja. Menembus gelap, dingin, dan lumayan melelahkan. Sampai rumah mas dan mbak menjalankan tugas sesuai kesepakatan.

Kini tinggal menjalani hari-hari yang pasti tidak mudah dan menyenangkan. Mama sendiri sih sudah terbiasa menangani anak-anak sendiri secara baik. Sungguh bagi kami rasanya berat namun tidak dapat berbuat apa-apa kecuali mengusakan semuanya tetap baik-baik saja.

Kami merindukanmu mama....

04 Februari 2015

Papa Siaran Di Kompas TV

Hari Senin siang papa sih sudah ribut katanya mau siaran di Kompas TV. Anak-anak dipeseni ini itu, intinya jangan ribut. Sejak pukul 16.00 sudah mengatur tempat duduk dideket rak buku depan tv. Anak-anak diminta keatas dan tidak banyak berisik. Yang perlu berulang memberi pesan ya terutama dik Adhan, maklum namanya anak kecil.

Eh begitu baru satu sessi, sudah dipotong siarannya karena ada breaking news. Setelah itu tak tayang lagi sebab kata papa breaking news kepanjangan sehingga banyak waktu tersita. Kata papa ditukar besoknya, Selasa. Kali ini lebih nyantai bahkan mas Afin, mbak Alma dan dik Adhan bisa nyoba headset untuk dengerin persiapan distudio.

Begitu tayang, kami melihat di televisi. Senang rasanya papa muncul disana. Cuma agar berputar-putar pendapat papa di awal. Terbatasnya waktu serta banyaknya narasumber menjadikan tayangan di televisi cuma sebentar. Tiap narasumber Kompasiana TV paling lama 5 menit berbicara. Sisanya untuk iklan dan narasumber utama yang dihadirkan di studio.

Di sela-sela break iklan mas Afin dan mbak Alma nengok apa yang terjadi di studio. Nah karena dik Adhan siang tidak bobo, sama mama sudah dikeloni sejak habis maghrib sehingga suasana tenang di rumah lebih terjaga. Kata papa pesan dari Kompasiana TV macem-macem diantaranya kran air dimatikan, hp disilent, pintu ditutup, tidak makan dan minum dan lainnya.

Template by:

Free Blog Templates