21 Juni 2010

Liburan

Sudah lama kalian tak berlibur ke tempat simbah setelah tahun lalu berlibur ke cilacap. Tak terasa liburan kembali tiba dan menagih berlibur ke pekalongan. Beberapa hari sebelumnya kalian menunggu waktu itu dengan beragam iming-iming hadiah hasil test. Dan meski dengan tertatih-tatih hasilnya keluar. Kakak kecewa dengan hasil yang didapat, cuma ranking 9 sementara si Adik 12. Apapun hasilnya kami tetap bersyukur karena hasil diraih dengan kejujuran. Yah memang ada kekecewaan terutama kakak tapi kami beri semangat agar ke depan bisa lebih serius lagi. Memang prestasi agamanya lebih luar biasa dan bisa masuk 5 besar. Dia memang luar biasa di soal itu. Adiknya justru lebih banyak berkutat pada serah diri dan pasif. Padahal bila mau serius kami yakin hasilnya akan sama. Tapi kami serahkan pada mereka agar bisa mengukur kapasitas diri.

Si Adik lebih possessif terutama bila unggul dibanding kakaknya. Ini jadi PR bagi kami agar ke depan mentalnya lebih bagus. Pagi tadi sewaktu menjelang keberangkatan berlibur kami semua gelisah. Tidak mudah memang bagi kami meski sudah jadi tradisi. Si Kakak uring-uringan soal upin ipin dan ku dengar cerita dari bundanya bahwa Alma menangis saat akan berpisah dengan si kecil membuatku tersentak, sakit, perih, sedih. Ya Allah, sungguh luar biasa karuania cinta bagi kami semua. Indah dan benar-benar anugrah yang teramat sangat besar. Cinta yang kami pupuk pada mereka sama suburnya seperti cinta mereka pada saudaranya. Semoga demikian pula dengan orang lain.

Seminggu sebelumnya, kabar duka menyeruak ke keluarga kami. Hafidz Nur, kawan karib kakak sakit. Diduga pendarahan otak. di ICU beberapa hari dan membuat keluarga kami sedih. Kami merasakan betul bahwa teman-teman anak kami seperti keluarga kami juga. Kami faham betul, tidak mudah. Alhamdulillah istriku mau berjuang membantu apa yang ada. Apa yang kami miliki meski kecil kami bantu. Usaha apapun kami perjuangkan supaya ada keringanan untuk beban keluarga mereka. Namun tidak mudah, ada salah satu teman mencibir kami. "halah...halah...mikir wae sedih apalagi kl disuruh do it... ^_^
" tulisan ini di wall mu membuat drop. Sungguh tak kusangka ini muncul dr kawan yg dulu..... ah sudahlah barangkali memang sudah berubah.

Kami sejak menikah hingga sekarang terus membangun cinta penuh kasih, penuh sayang, penuh simpati dan empati. Tidak hanya di keluarga tapi pada sesamanya. Namun kalau toh pun masih ada yang mentertawakan ya silahkan saja. Kami akan terus melakukannya. Tidak mudah dan terus sangkaan-sangkaan itu mengganggu kehidupan kami. Namun sudah banyak yang terus positif dan mensupport kami untuk melakukan hal yang terbaik. Kadang bahkan banyak yang melupakannya.... biarkan saja. Sesaat setelah berangkat, istriku bercerita akan sepinya rumah, akan hampanya suasana dan pedihnya hati.

Sayangku semua, tetaplah jaga hati kalian, perasaan kalian dan empati kalian. Banyak hal yang harus dilakukan dimasa depan. tetaplah tumbuh besar dalam empati, simpati, cinta dan kasih sayang. kami, orang tuamu meski tertatih menghadapi hidup dituduh, di cerca, dihina tapi kami akan bentengi kalian dari itu semua. Tumbuhlah sebagai generasi positif yang selalu membantu sesama. Jadilah pemimpin-pemimpin yang akan merubah dunia anakku. Kami yakin kalian bisa!

10 Juni 2010

Matahari


MATAHARI
Matahari….
Betapa bersinarnya engkau….
Engkau bekerja saat malam silih berganti…….

Sinarmu menyinari bumi…
Bekerja untuk kehidupan di Bumi….
Sinarmu sangat dibutuhkan manusia
Bila tidak ada sinarmu keadaan di bumi menjadi gelap

Engkau sangat berguna bagi manusia
Manusia sangat berterima kasih padamu…
Terimakasih wahai matahari…

09 Mei 2010

Surat Papa tu' Mbak Alma

Dear Mbak Alma

Pa kabar sayang? semoga mbak Alma baik-baik yah dan selalu rajin ibadah, rajin ngaji, rajin belajar serta manut ma mamah. Papa tahu meski ga dipeseni gitu kalian pasti sudah melakukannya. Alhamdulillah papah sehat dan baik-baik saja tanpa kurang suatu apapun. Sebenrnya dr tadi papah mencoba tidur tapi ga tau kenapa ada yang rasanya kurang. Ternyata dari tadi belum dengar suara kalian dan papa ga bs berbicara langsung krn mama kerja shg papa ga bs nelpon yah. Oh ya papa mau minta maaf apabila sudah membuat kalian sedih karena jauhan dan belum bisa bercanda, tertawa, bermain dan tidur bersama. Smg lain waktu kita bisa seperti dulu lagi. Yang sedih tidak hanya kalian tetapi mama, dik adhan apalagi papa. Papa disini cuma sama temen2 papa saja. Padahal maunya sama kalian.


Mbak Alma putri papa
Setiap hari papa dan mama selalu telpon-telponan untuk tahu bagaimana kabar mbak Alma, mas Afin dan Dek Adhan. Kadang papa merasa sedih kalau tahu bahwa hari itu di solo hujan sehingga kalian harus sekolah dengan tertutup jas hujan atau dirumah bocor. Blm lagi kalau lampu mati. Aduuuh pengen rasanya menemani. Oh ya, papa dapat kabar kalau nilai kalian selalu baik dan tidak pernah mendapat nilai 7. Semoga selamanya begitu yah. Kalau dengar kabar begitu papah selalu semangat dalam bekerja agar nilai kalian terus baik dan papa bisa memberi sesuatu kepada kalian. Oh ya, mbak alma tetap rajin sholat, ngaji dan belajar to? Ingat…sholatnya ya mbak Alma jadi tidak usah disuruh suruh mama. Kan mama harus meladeni dek adhan. Lha kalo kakak-kakaknya masih minta diladeni kasian mama. Capek ngurusi tiga anak sendirian karena memang mbak ida bukan ngurusi anak. Kan mbak ida bukan ibunya mbak Alma. Jadi membantu mama bukan membantu anak-anak mama.

Putri papa,
Setiap hari papa bangun jam 06.30 setelah itu mandi dan bersiap berangkat kerja. Dari kos-kosan jalan kaki 500 meter kemudian naik angkot 10 menit. Turun di lampu merah, jalan kaki 20 meter naik bus kecil sekitar 20 menit dan turun diperempatan. Nunggu bus besar menuju kantor papa sekitar 45 menit. Itu semua kalau lancar tetapi kalau macet bisa sangat lama bahkan pernah nyampai 2 jam. Padahal jaraknya Cuma kalau dari rumah itu ke J
agung bakar di solo itu. Begitu tiba tidak bisa langsung masuk kantor krn halamannya luas. Jadi jalan kaki sekitar 800 meter. Kalau pengen tahu kantornya papa, minta mama buka internet cari dpr.go.id. Nanti biar mama yg jelasin. Abis itu naik lift krn kantor papa dilantai 13. Kantor papa tingginya 23 lantai jadi orangnya banyak mbak alma. Dan kalau pulang dari kantor kadang jam 17.30 tapi seringnya jam 19.00 dan nyampai di kos jam 21.00. Berat memang tetapi itu demi anak-anak papa. Mama lebih berat lagi kerjanya meski banyak dirumah karena harus mengawasi, mendidik, menasehati kalian dan kerja.


Maka dari itu, sebaiknya tugas mbak alma dikerjakan sungguh-sungguh tidak usah nunggu dibilangin mama karena kerjaan mama banyak. Terutama sholat dan ga sering bertengkar. Papa sebenernya lebih suka bersama kalian dirumah dan bs setiap saat bermain bareng….Mbak Alma memang kadang kita pengen marah, pengen teriak karena apa yang kita inginkan tidak bisa terpenuhi. Atau kadang Mbak Alma merasa tidak diperhatikan mama karena harus memperhatikan dek adhan. Padahal bukan begitu. Mama dan Papa sayang terhadap ketiga anak papa dengan sama. Tidak ada yang dibedakan wong kalian semua anak papa. Kalau papa mama tidak sayang dengan Mbak Alma tentu sekolah tidak usah dikasih uang jajan karena kadang dibelikan. Tapi kan ternyata tidak.

Maka dari itu, tolong supaya mulai saat ini berlatih sabar, membantu mama, jagain adek, dan kalau dibilangin diresapi atau dipahami dulu. Tidak langsung tidak mau atau marah-marah. Kalau memang tidak mau disuruh, ya bilang saja tidak mau. Tetapi harus ada alasannya. Misalnya disuruh membeli krupuk tidak mau karena masih mengerjakan PR, mau sholat atau kebelet ke wc. Mama akan faham dengan alasan mbak Alma. Kalau mama tidak sayang mbak Alma, pasti sekolah tidak mau mengantar atau menjemput. Malah bisa-bisa disuruh naik sepeda. Maka dari itu mulai sekarang, belajar sabar dan memahami apa yang dibilang mama ya sayang. Papa tau itu tidak mudah tetapi mbak Alma pasti akan berlatih bersabar, tidak bentak, dan tidak sering bertengkar sama mas Afin. Mama saja kan tidak membentak Dek Alma. Karena siapapun tidak ada yang boleh membentak anak-anak kecuali berbuat kurang ajar.

Mungkin itu dulu sayang. Lain waktu bisa disambung lagi. Doakan papa selalu sehat dan bisa bekerja dengan tenang agar bisa bekerja dan pulang dengan sehat. Papa sih berharap surat papah bisa dibalas sendiri sama Mbak Alma.

Salam sayang,

Papa Iral


Ditulis 19 November 2009

Template by:

Free Blog Templates