06 Desember 2015

Saat Papa Kerja Keras Untuk Keluarga

Sudah sejak pertengahan Agustus, aktivitas papa meningkat pesat. Katanya memang harus mengerjakan proyek yang tenggat waktunya cuma 6 bulan dengan aktivitas yang sangat menyita. Tidak hanya pulang sore, tapi dirumah masih mengerjakan hingga tengah malam. Dalam sebulan bahkan bisa keluar kota 2-3 kali.

Hal itu dilakukannya berturut-turut sampai akhir November. Tiga minggu belakangan malah selalu keluar kota, ke Gunungkidul, Ke Bandarlampung, Ke Tawangmangu dan ke Jakarta. Belum lagi disela-sela jadual itu, agenda mama juga diselingi keluar kota.

Tingginya intensitas tersebut menyebabkan akhirnya papa drop. Sepulang dari Tawangmangu, Senin (31/11) sempat masuk kerja hingga sore. Tapi malam hari muntah-muntah. Kelihatan lemas, bangun seperlunya kemudian tidur lagi. Tidak merasa pusing, lapar atau sakit dibagian mana hanya badan merasa lemas.

Nafsu makan juga kurang, mata rasanya ingin tidur terus. Bangun hanya ke kamar mandi, sholat lantas tidur lagi. Mama, mas, mbak alma sudah membujuk agar papa mau makan karena tanpa makan tentu tidak ada tenaga untuk menggerakkan.

Selasa diperiksakan ke dokter, rupanya memang harus rehat dari aktivitas. Dokter menyarankan untuk rehat tidak tanggung-tanggung, untuk 7 hari. Awalnya papa menolak diperiksa karena memang hanya merasa lemas bukan merasa sakit.

Tentu papa menolak dan hari Rabu, papa sudah mulai kembali masuk kerja. Sehari kemudian, papa sudah kembali seperti biasa, bekerja. Berangkat pagi, pulang sore. Ah anak-anak selalu ingin ayahnya ada disaat mereka tumbuh perlahan menjadi remaja. Menjadi orang yang memang mendampingi ketika kelak mereka menjadi generasi penerus.

30 November 2015

Makin Bijaksana di Usia ke 14 mu ya Mbak

Rupanya ini ultah agak menyenangkan bagi mbak Alma. Cukup banyak temannya memberi dan berkesan yang mendalam. Bukan hanya sekedar buku, namun ada kartu ucapan, kue hingga 2 kura-kura mungil nan lucu. Cara mereka mengemas kado menarik meski sederhana. Artinya dipampangkan pun bagus dipandang mata.

Dua kura-kura itu sayangnya tak lama hidup, mati. Lantas diganti lagi dengan seekor kura-kura. Kasihan melihatnya dan mbak Alma bingung harus menaruh dimana. Makanan untuk kura-kura juga apaan bingung.

Dik Adhan pun turut bergembira melihat hadiah-hadiah itu. Menikmati kue tart, pegang buku bahkan memperhatikan kura-kura kecil nan lucu itu. Apapun pertanyaan diajukan dik Adhan melihat kura-kura itu. Dia ikut mengamati dan rutin melaporkan apapun yang dilihat soal kura-kura itu. Turut bantu kasih makan namun tak terselamatkan.

Mbak Alma, tak lama lagi kau akan beranjak remaja. Temanmu makin banyak, pengetahuanmu bertambah, tantanganmu makin komplek, tanggungjawabmu melipat. Tidak hanya menjaga diri yang penting namun juga sifat dan pengetahuanmu harus bertambah. Masih banyak yang harus dibenahi dalam diri kamu.

Mbak Alma kami tidak hanya ingin kami melihat kamu tumbuh sebagai remaja namun disertai dengan tanggungjawab maupun prestasi yang membanggakan. Hingga saat ini, tidak sedikit yang kamu torehkan tapi penting untuk mempertahankannya.

Mama papa tahu itu tidak mudah namun harus dibuktikan. Rukunlah dengan saudaramu, mereka yang akan selalu berada disisimu baik saat kamu jaya atau terpuruk. Jangan pernah pilih temanmu sesuai dengan maumu tapi mengertilah pada semua temanmu.

30 Oktober 2015

Sangiran, Museum Penting Bagi pengetahuan Kami

Anak-anak menyenangi beberapa hal yang berbau pengetahuan dan sejarah. Minatnya cukup ada sehingga rencana perjalanan ke Museum Sangiran menjadi schedule yang masuk list sudah lama namun belum di eksekusi. Meski tak jauh-jauh amat tetapi ngepaske agenda diantara kami sudah agak tidak mudah.

Si kakak kadang minggu ada acara OSIS, mbak Alma janjian ma temannya di car free day atau papa yang kelelahan seminggu kerja. Pun agenda ke tempat mbah menjadi urutan utama di prioritaskan tidak boleh mendahulukan kegiatan yang tidak penting lainnya.

Kebetulan sekali tanggal 25 kemarin kami semua selo, ada waktu luang. Belum lama juga sudah mampir ke rumah mbah. Itu sesaat setelah anak-anak menjalani mid semester. Seperti biasanya berkendara motor kami melaju ke Gemolong. Selama perjalanan adik sangat senang karena jejeran sama rel kereta.

Sampai disana, hampir sudah banyak yang berubah dibandingkan ketika papa mama mampir ke sangiran tahun 2006. Saat mama dan papa KKN sebelum menikah. Di dalam ruangan, mas dan mbak mengagumi situs-situs menyangkut peradaban manusia. Termasuk perjalanan manusia homo sapien dari daratan eropa ke asia.

Bukan hanya itu, tokoh-tokoh penemu peradaban, alat-alat untuk menjalani hidup serta hewan-hewan jaman ribuan tahun menjadi kekaguman mereka. Dulu akses museum bisa kita masuki dari arah manapun tetapi sekarang tertata dengan baik. Menikmati apa yang ditampilkan juga runtut dari masuk hingga akhir tempat keluar.

Koleksi museum sangiran juga tidak berantakan atau mudah dijamah. Mereka terlindungi kaca atau tidak bisa lagi diakses langsung pengunjung. Bagian sejarah manusia yang luar biasa dan semoga kalian mengambil pembelajaran dari situ.

Template by:

Free Blog Templates