27 Mei 2014

Teringat Mama Waktu Di Pekalongan

Dari stasiun kami njagong dulu di acara nikahan guru dik Yoga. Tak lama perjalanan dilanjutkan ke rumah simbah. Rupanya mbah kakung memang belum diberitahu sehingga begitu masuk, mbah terkejut. Dik Adhan sudah bermain-main dengan Naya yang saking asyiknya mereka berdua tidak tidur siang. Enaknya malam tidur tak terlalu larut, begitu habis mimik susu langsung dik Adhan terlelap.

Tengah malam tiba-tiba adik menjerit-jerit mencari mama nya. Sempat digendong papa keluar kamar dan dijelaskan bahwa mama di Solo tentu tak bakal ada mama dirumah mbah. Lalu tidur dikamar lagi. Paginya pas terbangun juga teringat mama. Untuk meredakan, papa ajak dik Adhan jalan-jalan berkendara.

Kejadian ini di konfirmasikan sama mama, rupanya memang malam itu mama terbangun dan kerja. Eh disela-sela kerja kepikiran dik Adhan, ya pantas si kecil merasa tidak nyaman serta mencari mamanya.

Senin pagi dik Adhan mengantar Naya sekolah, rupanya turut masuk kelas. Papa menghampiri untuk diajak ke tempat mbah Fah sama mbah Oh. Karuan Naya nangis kakaknya pergi sebelum sekolah berakhir. Dirumah mbah Fah sama mbah Oh tak bertahan lama maklum tidak ada teman. Sampai dirumah bermain sebentar kemudian dikeloni bobok siang.

26 Mei 2014

Papa Menemani Liburan Dik Adhan

Mumpung ada hari kejepit, papa ijin tidak masuk kantor sehari untuk mengunjungi simbah Pekalongan. Diajaklah dik Adhan untuk ke pekalongan meski hari Senin membolos sekolah. Mas Afin dan mbak Alma tidak ikut karena harus masuk sekolah. Pengen kami berangkat semua tetapi menjelang semesteran tentu tidak mungkin.

Naik kereta tentu sangat menyenangkan bagi dik Adhan. Hobinya saja sudah bermain kereta sehingga sejak jauh hari dik Adhan diberitahu. Konsekuensinya tidur tidak bisa nenen mama. Mendengar mau naik kereta, dik Adhan senang bukan kepalang. Dia menyanggupi bobo sama papa tanpa nenen.

Minggu pagi habis subuh dik Adhan dibangunkan untuk mandi serta siap-siap berangkat. Langsung terbangun dan bersiap-siap, sama sekali tidak rewel. Papa dan dik Adhan ke stasiun diantar mama. Didalam kereta, pertanyaan dik Adhan terus saja mengalir tanpa henti. Kami berangkat dari Purwosari memakai KA

Kalijaga. Penumpang tidak penuh sehingga bebas menaruh tas serta posisi duduk.

Pukul 08.25 tiba di Stasiun Poncol, rupanya KA Kaligung tujuan Tegal yang melewati Pekalongan sudah di jalurnya. Kami keluar membeli tiket kereta. Alhamdulillah antrian tidak panjang jadi tidak butuh waktu lama. Perjalanan ke Pekalongan lebih pendek dibanding dari Solo ke Semarang, hanya 1,5 jam kami sudah turun. Waktu itu pukul 10.30 dan menunggu di jemput bulek yang sudah diperjalanan.

12 Mei 2014

Mama dan papa berharap

Mama dan papa seperti kebanyakan orang tua lainnya, sayang sama anak-anak. Sejak mas Afin lahir, tidak pernah ada pembedaan perlakuan dengan yang lainnya. Saat masih hanya mas Afin sebagai anak, pasti kasih sayang mama papa ya cuma ke mas Afin. Itu jelas. Nah begitu dik Alma lahir, kasih sayang menjadi kepada 2 anak. Demikian pula dengan kehadiran dik Adhan, mama papa sayang sama kalian semua.

Tidak ada perbedaan perlakuan apapun baik ke mas Afin, mbak Alma maupun adik yang masih kecil, dik Adhan. Yang perlu anak-anak fahami, bentuk kasih sayang ke mas Afin, mbak Alma maupun dik Adhan tentu berbeda. Sekali lagi bentuknya, kalau besaran kasih sayangnya pasti sama. Tolong dimengerti, jadi bukan membeda-bedakan.

Misalnya saja soal uang saku. Untuk mbak dan mas akan sama namun beda dengan adik. Dia bakal mendapat uang saku bila sudah kelas 2 atau 3 SD. Karena mas dan mbak sudah besar, fasilitas yang diberikan tentu sesuai kebutuhan mas dan mbak. Namun tugas dan tanggungjawab dirumah juga berbeda. Adik sampe sekarang ya belum punya tugas serta tanggungjawab apapun.

Dengan memiliki tugas dan tanggungjawab, otomatis mama dan papa akan selalu mengingatkan. Jadi mengingatkan bukan menyuruh atau marah. Tugas dan tanggungjawab akan melatih kalian belajar akan banyak hal. Sebut saja tiap individu pasti memiliki kewajiban yang harus dilakukan, bertanggungjawab, peduli dengan sekeliling, dan akan membentuk jati diri yang baik terutama seiring bertambah besar dan kedewasaan kalian.

Sebenarnya mama papa bisa saja membiarkan semua apa yang mau kalian lakukan. Tetapi mama papa paham bila begitu justru menjerumuskan anak-anak. Ketika besar/dewasa tidak tahu tugas, tidak tahu tanggungjawab bahkan tidak tahu mengurusi diri sendiri. Tugas dan tanggung jawab itu akan kalian nikmati kelak. Yakinlah orang yang sukses itu bukan yang kaya raya saja tetapi tahu tugas dan kewajibannya.

Template by:

Free Blog Templates