11 Februari 2014

Mas Afin Baikkan Yah Bantuin Aku

Akhirnya mbak Alma dinyatakan tidak apa-apa. kakinya cuma memar alias trauma karena benturan dengan batu. Sebelumnya memang dinyatakan retak oleh dokter jaga bahkan ditiga tempat. Mama papa was-was kalau terjadi apa-apa. Ditambah Minggu malam mama berangkat ke Wonosobo. Maka papa yang anterkan ke RSKU di Kartasuro.

Sebelum ke Kartosuro, papa siang membelikan kruk di Notoharjo. Habis kalau di toko perlengkapan kesehatan kan mahal. Belum lagi kami berharap tidak akan dipakai selamanya. Sesaat setelah nomor urutnya dipanggil, mbak masuk keruang periksa bersama 6 pasien lain. Waktu nunggu, ada seorang ibu berteriak kesakitan dan membuat mbak Alma ketakutan.

"Oh ini tidak apa-apa wong digerakkan saja ga sakit. Kruk tetap dipakai sekitar 10 hari. Obatnya pil atau sirup"? tanya dokter Pamudji Sp T. Karuan mbak Alma minta sirup. Sesampainya dirumah, semua keperluan diladeni mas Afin. Mulai ambil handuk, naruh cucian sampai Selasa pagi waktu menyiapkan makan, digorengkan telur oleh mas.

Mereka berdua ke sekolah diantar papa karena memang kakinya sakit. Tapi Senin pagi mas Afin bersepeda sebab tidak mungkin memboncengkan 3 orang yang salah satunya pakai kruk. Disekolah mbak Alma sempat geger karena Vivi temannya menyampaikan mbak Alma cidera retak tulang punggung dan kaki kanan. Padahal dalam sms ditulis retak punggung kaki kanan.

Selasa sore saat mengobrol santai, dik Adhan tetap masih dijauhkan dulu. Memang memakai kruk ga nyaman dan mbak Alma lebih suka tak menggunakannya. Hingga sore, persiapan mandi masih dilayani mas Afin hingga kemudian mbak Alma berujar "Pah, mas Afin baikkan yah bantuin aku"

09 Februari 2014

Mbak Alma Cidera

Maksud kami berempat bersenang-senang menghabiskan waktu sore hari dengan mencari ikan eh malah dapat musibah. Kami semua sedih dan tak mengharap kejadian ini. Mbak Alma kakinya retak pada telapak dibeberapa titik. Itu hasil dari pemeriksaan Rontgen. Tidak mudah bagi papa dan mas Afin menerima hal ini sebab mestinya kejadian ini bisa dihindari.

Sore itu memang papa dan dik Adhan berniat mencari ikan untuk dilepas di selokan. Maklum larva nyamuk sudah banyak. Ikan diharapkan dapat memangsa jentik nyamuk karena pemberantasan lebih efektif. Kemarin hasil tangkapan lumayan banyak dan sudah dilepaskan. Sore ini mbak Alma dan mas Afin kepingin ikut.


Sayangnya ada orang memancing sehingga muter-muter cari tempat lain, eh lokasinya tidak enak buat nangkap ikan. Kami yang awalnya bersepeda kemudian berkendara untuk mencari sungai lain. Sama saja. Akhirnya kembali ke lokasi semula dan melihat si bapak yang mancing tadi sudah tidak ada. Papa membelokkan kendaraan untuk berganti sepeda.

Namun saat berbelok, kaki mbak Alma nyangkut batu dan kemudian dia menangis dengan keras. Suara tangisan itu meyakinkan papa ada yang tidak beres. Mas Afin menduga tidak ada kejadian genting dan masih saja tertawa. Kami pulang dan bercerita pada mama mengenai kejadian ini. Tanpa menunggu banyak waktu, kaki mbak Alma diperiksakan ke RS.

Hasilnya ternyata ditemukan beberapa titik retak dan kemudian dibeli lilitan pengekang telapak kaki. Tidak mudah menerima kondisi ini. Kami terpikir bagaimana sekolah esok hari dan aktivitas dirinya? Ah entahlah yang jelas papa gelisah dengan hal ini.

08 Februari 2014

Antara Bola dan Kereta Api

Bermain sepakbola dan melihat kereta api adalah sama-sama menariknya. Yang paling bikin dik Adhan suka ya ikut papa futsal ditambah kesempatan melihat kereta melintas, wah bahagia banget. Dirumah main bola sama papa atau mas Afin saja sudah seneng apalagi bisa sekalian lihat kereta. Beberapa kali dik Adhan ikut atau nyusul futsal papa.

Kemaren Sabtu juga begitu sebab awal mulanya memang mama akan berangkat kerja. Eh rupanya batal sehingga dik Adhan yang sebenarnya sudah akan berangkat, langit mendung. Akibatnya mama meminta adik dirumah. Kan kasihan mama kalau dirumah sendirian lagipula belum tentu ditempat futsal betah.


Langit makin siang bertambah cerah sehingga dik Adhan merengek meminta nyusul papa. Lalu berangkatlah mereka menyusul papa. Di Manahan futsal, dik Adhan senang dan sempat main bola sama papa. Plus melihat kereta ekonomi melintas. Bermain bolanya juga di lapangan dengan berlarian ke gawang memasukkan bola.

Larinya sih seperti biasanya belum kenceng namun niat dan semangatnya benar-benar membuat papa senang. Termasuk ketika menendang bola masuk gawang mengenai jaring, sontak teriakan gol dari mulut kecilnya menggema. Ah bahagia sekali melihatmu nak.

Template by:

Free Blog Templates